Sore tadi mendung gelap sudah menandakan akan turunnya hujan lebat di kawasan jakarta. Jam 17 teng akupun bersiap untuk segera menjemput bidadari-bidadariku. Namun saat keluar gedung, gerimis sudah mulai berjatuhan. Tak kuasa pula untuk menolak rayuan istriku untuk tetap menjemput walaupun sudah berkelit hujan sudah melanda jakarta timur. Sampai di parkiran motor, sepertinya hujan tidak mendengar rayuan hatiku untuk sekedar bersabar untuk tidak turun barang 2 jam saja. Yahh….hujan deh, tapi berbekal mantel batman coklat, tak kendur semangat menggebu segera meluncur.
Bukannya mereda tapi malah deras hujan kali ini. Sepertinya aku harus pulang dulu deh, sembari hujan reda daripada memaksakan diri ke kantor istriku, toh kalau hujan aku juga ga berani menjemput mereka. Oke, tanpa memperdulikan hp-ku yang sepertinya bergetar karena panggilan masuk, maka aku pulang dulu aja daripada ke lapangan banteng atau menunggu hujan reda di pinggiran jalan. Niat tidak berbanding lurus dengan kondisi Supri, motor bututku bersin-bersin kehilangan staminanya di jalan Pramuka akibat ketinggian air sudah menyerang businya. Clingak-clinguk…. akhirnya aku harus mendorong supri ke tempat berteduh yang nyaman. Hufh…berteduh sambil mengistirahatkan si supri, moga kagak kenapa. Pengalaman ini mengingatkan kembali saat supri mogok pada tahun lalu, awal-awal kami menikah, hujan deras yang serupa di kawasan rawasari. Jakarta memang sulit untuk keluar dari banjir dan macet sepertinya.
4 missed calls, istriku sepertinya mencoba untuk menghubungiku tadi. Kutelpon balik dan segera kuceritakan keadaanku sekarang. Pulang sendiri adalah opsi terbaik karena biarpun supri nanti bisa melaju kembali tapi siapa yang dapat menjamin dia tidak batuk kembali di tengah jalan, apalagi sambil boncengin si ketjil dan si besar.
Pukul 18.00 hujan sudah mulai reda, akupun bersiap pulang. Bidadari2ku memutuskan untuk pulang naik taksi. Supri pun setelah berjalan sekitar 200 meteran batuk kembali, aku genjot ehhh..dia malah bersin, genjot lagi…akhirnya dia tokcer lagi. Dengan basah kuyup, sepatu bagaikan ember penuh air akupun pulang dengan supri dengan selamat.