Ilmu Pemerintahan
Belajar mandiri ternyata bukan suatu perkara yang mudah. Sifat suka membaca yang dididik mulai dari kecil kian hari kian kendur membuatku memacu diri untuk mengejar ketertinggalan ilmuku. Dan akupun memutuskan untuk mendalami ilmu pemerintahan, setelah kesempatan melenggangkan diri masuk universitas yang berjuluk “The yellow jacket” akhirnya kandas setelah namaku dinyatakan tidak tercantum dalam daftar nama-nama yang lolos ujian tertulis juli lalu.
Akhirnya untuk meningkatkan mood belajar kuterjunkan pikiranku untuk mempelajari ilmu pemerintahan di Universitas Terbuka di tahun ini.
Buku-buku berbau sosio politik akhirnya beberapa kubeli. Sepertinya menyenangkan mempelajari dunia ilmu politik, dimana kita tidak hanya sekedar berpendapat dan bertindak tapi harus tahu konsep dasarnya. Di samping itu besar harapan kedepannya mencurahkan diri untuk mengembangkan konsep reformasi birokrasi yang baik. Paling tidak keinginan untuk mengambil UI di tahun depan masih ada
ULP apaan tuhh?…Uang Lauk Pauk? terus kalau LPSE?
UNIT LAYANAN PENGADAAN dan
LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK
Guna mendorong pengelolaan pengadaan barang/jasa yang lebih profesional, Keppres 80 Tahun 2003 mulai mengisyaratkan perlunya pengelola pengadaan, baik pejabat pembuat komitmen maupun panitia pengadaan dan pejabat pengadaan, harus dipilih dari personil yang memenuhi syarat, baik integritas, manajerial maupun kompetensi.
Pasal 9 Keppres 80 Tahun 2003, mempersyaratkan bahwa pembuat komitmen harus memenuhi pesyaratan:
a. memiliki integritas moral;
b. memiliki disiplin tinggi;
c. memiliki tanggung jawab dan kualifikasi teknis serta manajerial untuk melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya;
d. memiliki sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa pemerintah;
e. memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan, bertindak tegas dan keteladanan dalam sikap dan perilaku serta tidak pernah terlibat korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Pasal 10 Keppres 80 Tahun 2003 mensyaratkan Panitia/pejabat pengadaan harus memenuhi persyaratan:
a. memiliki integritas moral, disiplin dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas;
b. memahami keseluruhan pekerjaan yang akan diadakan;
c. memahami jenis pekerjaan tertentu yang menjadi tugas panitia/pejabat pengadaan yang bersangkutan;
d. memahami isi dokumen pengadaan/metoda dan prosedur pengadaan berdasarkan Keputusan Presiden ini;
e. tidak mempunyai hubungan keluarga dengan pejabat yang mengangkat dan menetapkannya sebagai panitia/pejabat pengadaan; Continue reading this entry »
L4 tuh apaan..
Buah dari ikut penyegaran Pengadaan Barang dan jasa akhirnya ketahuan juga. berawal dari komen seorang temen kemudian ditindaklanjuti dengan melihat sendiri pengumumannya. Sudah bisa menebak sendiri sih hasilnya…Yahh…dapat sertifikasi L4…
Hanya 50% yang lulus, dalam penyegaran PBJ hanya daku aja yang masih CPNS. Nahh…trus mau gimana lagi ya…Kira2 laku dijual ga ya….konsekuensi logis minimal taun depan pasti dah jadi Panitia PBJ…nahh lo
Hari ini aku juga mendapat SMS dari senior BC Blitar yang ikut penyegaran juga “Asswrwb. Oksan ente dpt l4, dah liat pngumuman lom? Slamet yo, siap2 jadi ppk”
He2…lucu dan pengen ketawa, padahal aku kan selama ini kan jadi PPK (Pelaksana Pembuat Kontrak, Pelaksana pembuat Keributan, atau Pelaksana Penuh Keinginan, dll)…
So…yang pasti sesuai target minimal lah…
Ditunggu calon-calon penerus…btw ada yang mau penempatan sini ga ya…lagi butuh staf pengadaan…
Marhaban ya Ramadhan
Atas nama pribadi dan keluarga mohon maaf kalau ada khilaf dan kesalahan semoga barokah dan ampunan kita dapatkan di bulan yang dirahmati ini…
Penempatan
Pada hari jumat pekan lalu adalah hari-hari yang mendebarkan bagi rekan-rekan dari Ditjen Pajak dan Ditjen Kekayaan Negara. Pasalnya pada hari itu pengumuman penempatan akan dipublikasikan. Melalui facebookpun saya memantau dan menyaksikan berbagai komentar-komentar penempatan rekan-rekan saya. Subhanalloh ada yang penempatan hanya beberapa kilometer dari rumahnya, tapi kebanyakan mereka harus mengabdi dulu di pulau seberang. Rasa sedih dan kehilangan menyelimuti perasaan kami, senang bercampur sedih. Dua saudaraku yang setiap pekan menjalin ikatan ilmu ini mau tidak mau harus mengikhlaskan kembali setelah 2 orang saudara kami telah lebih dahulu meninggalkan komunitas perjuangan ini dan melanjutkan ke pulau seberang. 4 tahun sudah kami dipersaudarakan, entahlah saya harus berkata apa…adekku yang selalu bersama sejah SMA harus menempa diri di provinsi Jambi, dan saudaraku dari Pajak harus berjuang di kota Singkawang…
Penyegaran
Tepatnya tanggal 4 sampai 7 Agustus 2009 saya mengikuti Penyegaran pengadaan barang dan jasa di Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan. Selama tiga hari saya menjalani pelatihan terutama dalam menghadapi ujian sertifikasi ahli pengadaan pada hari jumatnya. Suasanya sejuk dan makanannya banyak. Semoga lulus L5
Kuliah lagi
Tidak terasa sudah lebih dari 8 bulan aku lulus dari bangku kuliah perguruan tinggi kedinasan milik depkeu. Dan akupun sudah mencoba menjajaki dunia kuliah lagi setelah dinyatakan penempatan di Ibukota nan kejam ini (entahlah sampai kapan aku akan bertahan di sini). Pada awalnya saya tertarik untuk memasuki kampus Menteriku yakni Universitas Indonesia. Tidak tanggung-tanggung akupun memilih Ekstensi Akuntansi di kampus Salemba. Continue reading this entry »
Sejenak menikmati luasnya pandangan mata
Tidak dipungkiri berada di dalam ruang kerja terus menerus setiap hari kerja membuat mata dan hati ini lelah. Dan pikinpun tiada berkembang atau bahkan melayang-layang tiada beraturan. Sejenak menikmati indahnya ciptaan sang Ilahi sedikit lebih membuka pemahaman baru tentang arti “menghargai” dan “mensyukuri”.
Dan senyum-senyum kecil ini serasa satu irama dengan suasana hati. Subhanalloh, terkadang mulut ini sult berbicara…terkadang pikiran ini membohongi sang sanubari…saya masih memerlukan-Mu, dan aku tidak kuat tanpa-Mu…Ihdinash shiraatal mustaqiim
Jalur Transjakarta
Inilah mapping jalur transjakarta yang sejatinya akan dioperasikan. saya sendiri menunggu jalur busway yang berada di Jalan Ahmad Yani (depan kantor pusat bea dan cukai)untuk dioperasikan, maklum setiap sepekan sekali saya harus menyempatkan diri kembali ke Bintaro. Biasanya kalu ga naik R57 ya naik R300 Mayasari Bhakti, yang kadang-kang penuh sesak dengan para penumpang. Ya semoga pemprov DKI segera merealisasikan Jalur Tanjung Priok PGC lah…